Minggu, 21 Desember 2014
29 Safar 1436 Hijriah

Soal dana haji, Menteri Agama siap diperiksa KPK

  • PDF

JAKARTA. Menteri Agama Suryadharma Ali berharap, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa segera mengungkapkan dugaan korupsi pengelolaan dana haji tahun anggaran 2012-2013.

Kepada wartawan usai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Preanger, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (07/02/2014), Suryadharma yang juga merupakan ketua umum PPP itu berharap dengan pengungkapan yang dilakukan PPATK dan KPK, dapat terlihat apakah betul pengelolaan dana haji itu telah disalahgunakan.
"Adapun statement PPATK ada transaksi mencurigakan dari tahun 2004-2013 sebesar Rp 230 miliar, saya kira dibuka saja, supaya tidak menimbulkan teka-teki, supaya tidak terdegradasi kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama. Saya mohon penegak hukun untuk segera mengungkap semua ini," katanya.
Suryadharma mengatakan, ia sudah berkali-kali dijerat isu korupsi pengelolaan dana haji, dan sudah berkali-kali pula ia menjelaskan mengenai hal tersebut. Menurutnya, penjelasan-penjelasan yang ia berikan tidak membuat isu tersebut berakhir.
"Kita sering dengar statment transaksi mencurigakan. Termasuk PPATK menyebutkan uang haji jumlahnya berapa, Kemudian saya koreksi, terus PPATK bersikeras. Saya bilang kalau hitungan PPATK benar, saya bilang saya mundur saja dari menteri agama. Saya sebagai menteri agama terus terang belum tahu apa yang dimaksud penyimpangan (pengelolaan dana haji). Yang kami lakukan adalah melakukan pembenahan pengelolaan keuangan haji," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Suryadharma Ali juga mengaku dirinya siap jika ia harus menjalani pemeriksaan oleh KPK. Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPK mengaku tengah mendalami laporan kejanggalan pengelolaan dana haji dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dalam hasil audit itu, PPATK menemukan transaksi mencurigakan sebesar Rp 230 miliar.

 

BERITA

Layanan Bus Shalawat Untuk Jamaah Haji Telah Siap
Senin, 30 Juni 2014
JAKARTA --Pihak Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) telah merampungkan semua persiapan untuk menyambut penyelenggaraan haji tahun 1435H/2014M. Di antaranya adalah penyediaan transportasi darat di Arab Saudi untuk para jemaah haji asal Indonesia. Selanjutnya...
Indonesia-Saudi Uji Coba Program E-Hajj Tahun Ini
Jumat, 31 Januari 2014
JEDDAH -- Terhitung mulai tahun ini, Pemerintah RI dan Kerajaan Arab Saudi sepakat melakukan uji coba penyelenggaraan haji melalui program e-hajj (sistem elektornik jamaah haji). Menurut Menag Suryadharma Ali, program e-hajj diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan efisiensi biaya... Selanjutnya...
Biaya Haji 2013 Dapat Dihemat Ratusan Miliar
Rabu, 25 Desember 2013
JAKARTA -- Meski mengalami kenaikan dari komponen pembiayaan pemondokan di Tanah Suci akibat adanya pembangunan Masjidil Haram, pemerintah berhasil melakukan efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) senilai sekitar Rp 254,6 miliar. Selanjutnya...
Kemenag Usulkan Kenaikan Setoran Awal Haji Menjadi Rp 35 Juta
Minggu, 22 Desember 2013
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) ternyata sudah mantap terkait rencana kenaikan setoran awal BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji). Mereka ternyata sudah menyodorkan proposal rencana kenaikan itu ke DPR. Sementara dari pihak DPR, mulai muncul respon negatif terhadap usulan kenaikan itu. Selanjutnya...
Hotel Baru di Makkah Tawarkan Layanan Koki Indonesia
Minggu, 15 Desember 2013
JAKARTA -- Banyak cara untuk memikat orang. Untuk menyambut musim haji tahun depan, Anjum Hotel ternyata punya cara khusus untuk memanjakan para jamaah asal Tanah Air. Cara tersebut adalah menyiapkan menu masakan spesial yang dibuat langsung oleh koki terpilih asal Indonesia Selanjutnya...
Share on facebook
Kami memiliki 1 Tamu online